

Mentari senja
perlahan tenggelam
membiaskan cahaya kemerahan
burung camar memekik petang
menangisi mentari pulang, menangisi
Kita duduk di tepian
mendengarkan gemercik mengalir
tak terbendung
dari manakah sumbernya
airmatamu pun menderas
Kulihat senja perlahan
ingin kutahan kenangan ini
tak akan sempat berlalu
walau sekejap
tak akan kulepaskan
kekasih yang kudekap erat, erat
Ah, senja yang kelabu, kuning dan ungu
biarkan aku sebebas burung camar itu
biarkan kutangkap pelangi di ujung sana
sedang mentari merah di sampingku
mengalirkan muara duka dan bahagia
Bercerita tanpa kata-kata
menangis tanpa airmata
langit bagaikan layar
kisah tentang perjalanan
ombak di ketenangan pusaran
Tapi waktu tak berpihak
pada angin dan ombak
pada saatnya harus berpisah
menemukan dunia kita
yang tersembunyi di balik kenangan
Katakan dengan senyummu, pelangi
akan kutemukan
mutiara di ujung sana
Namaku, Yeni Kurniawi. Aku lahir di Selayang, 13 Nopember 1983. Sekarang aku tinggal di Medan. Hobiku adalah musik, menyanyi, membaca, dan menulis. Zodiakku adalah Scorpio. Aku mempunyai enam saudara yang semuanya adalah laki-laki. Aku memiliki histori unik soal namaku. Dulu, Ibuku ingin sekali mempunyai anak perempuan tetapi selalu tak kesampaian. Sampai suatu saat lahirlah aku, yang bagi Ibu dan Nenek dianggap karunia. Maka jadilah aku dinamai Kurnia. Kata Nenek, Kurnia bermakna bahwa 'aku adalah karunia dari Allah untuk lahir ke dunia melengkapi keluargaku'. Namun karena terlalu pendek, maka namaku ditambahi Yeni. Jadilah namaku yang sekarang, Yeni Kurniawi. Aku ingin menjalin persahabatan dengan banyak orang, siapa pun itu. Dan aku memiliki satu impian yang mungkin juga merupakan impian semua insan, yaitu mendapat pendamping yang baik dan setia.
MEDIA PARTNERS











