CHAPTER 1:
SI PETASAN INJAK


"Mas Ray!"
Petasan injak itu lagi!
"Lho, kok Mas Ray cuek begitu sih?" Kishi menarik kursi ke dekat Ray. "Aku kan nggak pernah dapat B. Selalu C, itu pun setelah belajar sampai jungkir balik."
"Kalau tidak bisa kimia, kenapa nekat masuk Perminyakan?"
"Kalau tidak masuk Perminyakan, tidak akan ketemu Mas Ray kan?" Kishi tersenyum manis.
Gadis ini! gerutu Ray dalam hati. Selalu saja bisa menangkis semua kata-katanya. Ray menoleh. Menatap ke arah Kishi sekilas. Gadis itu bahkan tidak menyadari kalau kehadirannya benar-benar mengganggu konsentrasi Ray.
"Kemari cuma mau lapor hasil ujianmu?"
"Mas Ray keberatan aku datang kemari, ya?" Kishi menatap profil samping Ray. Cowok itu masih saja menatap lurus ke arah kanvasnya.
"Bisa kan menjawab pertanyaan dulu sebelum bertanya balik?" tegur Ray.
Kishi terkekeh. "Habis, Mas Ray nanyanya seperti mau ngusir."
Aku memang mau mengusirmu! geram Ray dalam hati. Setiap Kishi muncul, lukisannya pasti terbengkalai. Tidak pernah selesai. Ada-ada saja permintaan gadis itu. Minta diajari kimia. Mencari buku. Kaset. Nonton bioskop. Segalanya, bahkan sampai makan!
Dan dengan caranya sendiri, Kishi selalu berhasil membuat Ray menuruti keinginannya.
"Mas Ray sudah makan?"
"Sudah."
"Aku belum. Temani aku makan keluar, yuk."
"Aku sedang melukis," tolak Ray.
"Nanti kan bisa diteruskan lagi. Ayo dong, Mas Ray! Tidak kasihan melihatku kelaparan?"
"Kamu kan bisa makan sendiri."
"Ah, mana enak makan tanpa teman."
"Kenapa tidak makan dulu sebelum kemari?" gerutu Ray tanpa menyembunyikan rasa kesalnya.
"Aku mau traktir Mas Ray. Kan ujianku dapat B karena diajari Mas Ray."
"Aku tidak minta bayaran. Simpan saja uangmu."
"Mas Ray kok menolak niat baik orang?"
"Lukisanku belum selesai."
"Nanti bisa dilanjutkan. Kutemani, deh."
"Tidak usah," tolak Ray cepat. "Nanti malah lebih tidak selesai."

***


BIODATA PENULIS

Siauw Phing, lahir di Jakarta. Perempuan cantik berdarah Tionghoa ini sangat produktif melahirkan cerpen bertema cinta di berbagai media cetak nasional. Tema ceritanya mengalir manis dan natural khas meremaja. Bersama Nurhayati Pujiastuti — penulis asal Solo, ia sangat fasih bermain dalam plot yang dibangun lewat dialog-dialog cerdas sang tokoh karakter ceritanya. Karyanya paling banyak dipublikasikan di majalah Anita Cemerlang. Ia juga merupakan salah satu pengarang yang sering menjadi nominator di LCCR (Lomba Cipta Cerpen Remaja) Anita Cemerlang.




MEDIA PARTNERS


ADVERTISEMENT



Google

DONATION


Klik di Sini untuk Donasi
Click Here for Donation


WELCOME


Monday, 06 September 2010

Selamat datang di CafeNovel.com, Situs Sastra Populer Indonesia. Di sini Anda dapat membaca novel, cerpen, dan puisi secara online. CafeNovel.com merupakan situs sastra dan menampung tulisan nonhonor. Bagi yang memiliki bakat menulis atau mengarang, Anda dapat berpartisipasi menyumbangkan karya Anda di info@cafenovel.com. Terima kasih atas kunjungan Anda.


WRITE
YOUR
WORLD


Sebuah event dalam rangka antisipasi dan Stop Global Warming. Di sini Anda dapat mengemukakan pendapat atau keluhan tentang pemanasan global yang kian meresahkan. Lewat Write Your World suara Anda akan didengar oleh dunia, dan akan dijadikan referensi atau acuan bagi pengembangan dunia yang lebih baik. Kirim suara Anda ke info@cafenovel.com sebagai bagian dari bentuk kepedulian kita terhadap efek Global Warming.

MEDIA PARTNERS















OUR PARTNERS



cafenovel.multiply.com



www.cafenovel.com


myspace.com/cafenoveldotcom

www.cafenovel.hi5.com
cafenovel.wordpress.com